April 4th, 2008 by expecto-patronum
THE GOLDEN COMPASS

Setiap tahun sepertinya para pembuat film tidak kehabisan ide untuk membuat film yang di persembahkan untuk anak2 atau pun untuk tontonan keluarga. Baik itu disadur dari buku (The golden compass’s novel by Philip Pullman)maupun ide original mereka masing2. Mulai dari yang masih berlogika sampai jauh dari pemikiran logika manusia.
Namanya juga film anak2 yang penuh dengan imaginasi, apapun bisa
terjadi dan apa jadinya kalau di salah satu galaksi yang ada di alam
semesta ini ada
suatu bentuk kehidupan, yang mana jiwa kita tidak berada di dalam tubuh
kita melainkan berjalan berdampingan bersama kita. Seperti di film Golden Compass ini.

Seseorang
yang bisa mengartikan atau membaca Golden Compass dapat menguasai
dunia, dan kekuasaan itu akan jatuh ke tangan seorang gadis cilik
tomboi berusia 12 tahun yang bernama Lyra Belaqua(Dakota Blue Richards)
dengan Daemonnya yang bernama Pan. Lyra memiliki kemampuan menggunakan
Golden Compass yang dapat memberitahukan kebenaran.
Lyra harus berjuang mempertahankan Golden Compass ini agar tidak jatuh ke tangan Gobblers. Dengan dibantu oleh kawanan Gipsi, kaum penyihir dan juga seekor beruang es raksasa yang bernama Iorek Byrnison.

Kayaknya
kalau disuruh memilih hidup di negeri seperti film Golden Compass ini,
ogah la yauuu…Keren sih emang, cuman sangat ketergantungan dengan
hewan..Kenapa bisa begitu..?? Karena di negeri ini setiap orang
memiliki satu hewan peliharaan yang disebut Daemon (setan..??)
Daemon
ini bagaikan nyawa buat kita.. Jadi kalo Daemon kita disakiti, kita
juga sakit.. (repot kan..??) Nah kalo dibunuh, apakah kita juga akan
mati..?? Disini diceritakan ada sebuah tempat yang akan memisahkan
Daemon dari si empunya.. dan apa yang terjadi..?? Satu dari tiga anak
yang Daemonnya di ambil paksa ini menjadi linglung seperti kehilangan
pegangan hidup,alias hampir gila.. Sedangkan dua anak yang
lain………..mati…………..(bacanya musti di dramatisir =p)
Satu
lagi yang bikin mikir2 panjang kalo misalnya bisa hidup di negeri ini,
yaitu binatang2 kastanya setara dengan manusia, sepertinya yang sudah
saya jelaskan di atas bahwa setiap orang memiliki hewan
peliharaan…Namun tidak hanya sembarang hewan peliharaan, mereka juga
bisa ngomong dan berpikir seperti kita manusia..Lha kalo ayam, sapi,
kambing juga bisa ngomong dan berpikir seperti manusia yang mungkin
bisa protes kalo mau disembelih, mau makan apa kita..?? =D
Yang
pasti sepertinya film ini akan menyusul sekuelnya, karena endingnya
menggantung tidak jelas..ya ini yang bikin sebel..tapi secara
keseluruhan ceritanya lumayan, yaaa tipikal film anak2 lah The Good
Guys vs. The Bad Guys..(bukannya semua film rata2 begitu ya..) Rating :
****
Trailer by yahoomovies
Posted in Uncategorized | No Comments »
March 26th, 2008 by expecto-patronum
WE OWN THE NIGHT

Meskipun memiliki sedikit cacat di muka, tidak menjadi halangan bagi
Joaquin Phoenix(JP) untuk mendapatkan peran2 yang menarik. Setelah
bermain sebagai Johnny Cash di film WALK THE LINE yang berhasil
mengantarnya menjadi pemenang Oscar, JP kembali bermain bagus di film ini. Nampaknya dengan tampang ‘bad boy’ yang dimiliki JP, peran2 yang dimainkannya tidak jauh2 dengan ’seorang yang bermasalah’
Bercerita tentang dua kakak beradik yang
sangat bertolak belakang, Bobby Green(Joaquin Phoenix) dan Joseph
Grusinsky(Mark Wahlberg). Joseph yang biasa dipanggil Joe adalah
seorang polisi yang hebat dan menjadi kebangaan bagi sang ayah Burt
Grusinsky, yang juga seorang polisi.
Sebaliknya dengan Bobby yang
berkuasa di dunia hitam sebagai manager sebuah Night Club El Caribe
milik orang Rusia yang bernama Marat. Keponakan dari Marat yang
bernama Vadim adalah buronan yang selama ini dicari-cari oleh Joe.
Konflik terjadi pada saat Joe, dkk tiba2 menggeledah El Caribe untuk
menangkap Vadim. Gagal menagkap Vadim justru Bobby yang ikut terciduk
bersama anak buah Vadim karena ketahuan hais memakai drugs. Asal
muasal Bobby yang ber ayah dan kakak polisi memang sengaja dirahasiakan.
Karena merasa tidak tega, Joe pun membebaskan Bobby dari penjara.
Merasa tidak terima dengan perlakuan Joe, terjadi adu mulut antara dua
kakak beradik ini yang hampir berakhir dengan baku hantam.

Pada
suatu malam Joe ditembak tepat di depan rumahnya oleh seseorang yang
memakai topeng. Diduga orang ini adalah salah satu anak buah dari
Vadim. Joe selamat tapi dalam keadaan kritis. Meski memiliki sifat
yang sangat bertolak belakang, but brother is still a brother. Bobby
berniat ingin membantu kepolisian untuk menangkap Vadim dan membalas
dendam atas apa yang terjadi pada Joe.
Adegan yang paling
aku suka disini adalah pada saat air mata JP menetes pas dia lihat joe
lagi berjuang melawan maut….Ooooww…soooo sweeet…
Buat film ini aku kasih rating ****
Trailer by youtube
Posted in Uncategorized | No Comments »
January 26th, 2008 by expecto-patronum
THE INVASION

Sepertinya film bertema ‘Alien’ masih menempati tempat tersendiri di hati para penonton alias masih di gemari. Baik Alien yang berbentuk menyeramkan atau Alien yang merasuk ke dalam diri manusia dan membuat mereka tampak beda. Tidak jarang film2 yang bertemakan Alien versi kedua menampilkan sebuah perbaikan dalam suatu komunitas manusia yang tadinya komunitas berandalan, tiba2 menjadi komunitas yang adem ayem bahkan jadi genius. Memang dengan adanya ‘Alien’s Invasion’ dunia bisa menjadi damai. Tapi apakah itu yang kita inginkan ?? Kehilangan jati diri kita ??
Jatuhnya sebuah ‘Space Shuttle’ yang misterius ternyata membawa dampak yang sangat menyeramkan. Orang2 yang mengadakan kontak langsung dengan benda tersebut akan berubah menjadi ’sesuatu’.
Carol Bennell (Nicole Kidman) dan temannya Dr. Ben Driscoll (Daniel Craig) menyadari ada yang tidak beres dengan orang2 di sekitar mereka. Mereka meneliti dan ternyata semua perubahan ini adalah ulah Alien dan mencoba mencari jalan keluar yang ternyata terdapat pada anak dari Carol. Mereka akan berubah kalau mereka tidur dan Carol berusaha setengah mati agar tidak terlelap sedangkan dia harus berjuang mencari anaknya yang berada ditangan ayahnya yang sudah berubah menjadi ‘orang lain’.
I love this kind of movie..film2 yang bercerita tentang alien yang memasuki tubuh manusia dan seperti biasa..agar tidak tertangkap oleh mereka, jangan pernah sekali-kali menunjukkan emosi mu..sekali saja kau terlihat gugup, marah, sedih, dll. maka kau akan segera menjadi salah satu dari mereka..Di film ini ada adegan dimana seorang cewek yang sedang terluka tangannya dan cukup parah harus berakting tenang seolah-olah tidak terjadi apa2..OH MY GOD…!! RATING : * * *
Posted in Uncategorized | No Comments »
January 21st, 2008 by expecto-patronum
THE MIST
Film ini memperlihatkan bagaimana hebatnya pengaruh seorang provokator yang dapat embuat orang2 di sekitarnya saling bermusuhan hingga terjadi pembunuhan yang sadis. The Mist memang tidak bercerita tentang perjalanan seorang provokator, tapi menceritakan bagaimana orang2 menghadapi saat2 yang genting, situasi dimana nasib mereka berada di ujung tanduk dan harus pula menghadapi satu orang yang tidak bisa di ajak kerja sama, tapi justru memperkeruh suasana.
Suasana tenang di sebuah supermarket berubah menjadi ketegangan pada saat terdengar bunyi sirine peringatan yang diikuti oleh datangnya kabut tebal yang tiba2 memenuhi seluruh kota. Situasi semakin mencekam di saat mereka melihat seorang bapak berlari-lari menuju supermarket sembari berteriak bahwa ada sesuatu di dalam kabut. Setiap orang menunggu dengan was2 bagaimana dengan nasib mereka yang ’stuck’ di dalam supermarket. Pada saat datangnya kabut, tiba2 terjadi gempa bumi dan menyebabkan keadaan di supermarket berantakan. Setiap orang sibuk dengan urusan masing2, begitu pula David Drayton (Thomas Jane) berusaha menenangkan anaknya yang shok. David pergi mencari selimut ke gudang belakang dan menemukan mesin generator sudah penuh asap. Dia berusaha memperbaikinya tapi justru berakhir dengan listrik mati. Belum selesai dengan urusannya, David harus menghadapi sesuatu yang lebih mengerikan. ‘Sesuatu’ tersebut mendobrak-dobrak pintu garasi dan David menyimpulkan bahwa ada sesuatu di luar sana yang pasti berukuran sangat besar. David kembali dan mencoba memberitahukan hal ini kepada salah satu di antara mereka agar tidak terjadi kepanikan dan ternyata dia salah memilih orang. Dia tidak percaya dengan apa yang dilihat oleh David dan ingin membuktikan sendiri dengan berniat memeriksa keluar di antara kabut tebal. Beberapa orang lain ternyata ikut mencuri dengar dan mereka akhirnya memeriksa bersama-sama. Salah satu dari mereka harus keluar untuk dapat menjalankan generator. Karena tak satu pun dari mereka percaya dengan perkataan David, maka dengan santainya mereka membuka pintu garasi. Tiba2 muncul sebuah tentakel raksasa yang menarik kaki salah sau dari mereka yang berdiri di dekat garasi. Satu korban telah jatuh dan sekarang tugas mereka memberitahu yang lain. Meskipun ada beberapa saksi mata, tidak semuanya percaya dengan apa yang mereka katakan dan tetap ingin memeriksanya sendiri. Tentu saja mereka tidak kembali, dan setelah ini barulah mereka semua dalam keadaan ’siaga 1′ dan bertanya-tanya apa sebenarnya yang terjadi di luar sana……
Pokoknya nonton film ini siap2 mental aja ya..apalagi dengan si povokator yang super duper nyebelin..tapi jangan khawatir, dia akan ditembak mati oleh salah satu dari mereka yang tidak termakan omongannya..Berhubung nontonnya masih qualitas ‘bioskop’ (isinya bioskop juga masuk) jadi pas si provokator ini ditembak, orang2 seisi bioskop pada seneng n ada yang tepuk tangan dan ada yang bilang "Shoot her again!" n beneran ditembak lagi…sepertinya sang sutradara mengerti sekali perasaan penonton..Persiapan mental satu lagi untuk menghadapi endingnya (Ooooops…!!) Hehehe..film ini memang berakhir tragis, gak nanggung2 ‘BENER2 TRAGIS’…Dengan melihat endingnya, pasti akan terlontar: "Coba tadi dengerin apa kata si provokator…" NAH LHO…!? RATING : * * * *
Posted in Film | No Comments »
January 18th, 2008 by expecto-patronum
I AM LEGEND

Seperti Resident Evil, I am Legend kembali mengangkat topik tentang sebuah virus yang dapat merubah manusia menjadi zombie. Bedanya di film Resident Evil pembuatan virusnya sengaja dan bertujuan, sebaliknya di film ini. Sesuatu yang awalnya untuk pengobatan berubah menjadi virus menyeramkan (kalo gak salah nangkep ya.. =p).
Robert Neville (Will Smith) adalah satu2nya ’survivor’ di kota New York ditemani dengan anjingnya Sam yang setia dan sangat terlatih. Robert dan Sam menjalani hari2 yang sama setiap harinya. Menjelajah kota New York yang kosong di siang hari karena setelah matahari terbenam, New York akan dipenuhi oleh zombie2 yang penuh amarah dan kelaparan.
Setiap kali menjelajahi tiap2 sudut kota untuk mendapatkan persediaan makanan,dll, Robert selalu memasang alarm untuk mengingatkan bahwa ‘hari sebentar lagi akan gelap’ . Sesampainya di rumah, dia mengunci pintu dan menutup jendela2. Rumahnya pun sudah di buat sedemikian rupa hingga aman dari serangan zombie. Hari2nya tidak dihabiskan hanya dengan mencari makanan di siang hari dan pulang sebelum hari gelap, Robert juga mengadakan penelitian di ruang bawah tanah yang sudah dirancang menjadi laboratorium pribadi. Dia bekerja keras demi menemukan obat penangkal untuk virus yang telah memakan seluruh penduduk kota New York. Dan setelah di uji coba dengan menggunakan tikus percobaan, nampak satu ekor tikus yang memperlihatkan tanda2 ‘tidak beringas’. Segera dia mencobanya pada salah satu zombie dengan terlebih dahulu memasang perangkap.
Percobaan tidak menampakkan hasil yang memuaskan. Hingga pada suatu hari, terbukti obat penemuan Robert bekerja. Tapi semuanya sudah terlambat …….
Aku bener2 suka ama film ini, kayak film Resident Evil, nonton film ini berkali-kali pun rasanya gak bosen2 (tapi di kasih jangka waktu lah..)
Bisa tergolong film sepanjang masa, walaupun film ini sedikit tragis di akhir cerita. Bahkan ada beberapa teman yang menganggap film ini kurang seru ‘ending’ nya..Tapi buatku I am Legend sudah masuk kategori ‘Masterpiece’ di blogspot ini… RATING : * * * * *
Posted in Uncategorized | No Comments »
January 16th, 2008 by expecto-patronum
P.S. I LOVE YOU

Jika ingin menikmati sebuah film yang dibuat berdasarkan sebuah buku (novel, komik, dsb) jangan pernah membandingkan film tersebut dengan bukunya. Susah memang, karena orang cenderung berharap film tersebut benar2 sama dengan isi buku, belum lagi imaginasi2 yang sudah kita ciptakan sewaktu menikmati bukunya.
Kalo mau menuruti isi buku beserta detailnya, mau abis berapa rol film? dan berdurasi berapa jam? sedangkan selama-lamanya sebuah film diputar paling lama sekitar 3 jam. Jangan2 bisa jadi sinetron nanti. Kesimpulan ini tercetus setelah nonton film P.S. I LOVE YOU. Dibandingkan dengan bukunya banyak sekali bedanya, kecuali nama. Banyak nama juga tidak segan2 ditiadakan di film, juga alur cerita yang berbeda di sana-sini. Singkat kata, sepertinya sang sutradara hanya meminjam nama dan mengambil inti cerita dari novelnya yang kemudian dikembangkan menjadi sebuah film yang dibuat sedemikian rupa sehingga tidak memakan terlalu banyak rol film dan waktu namun inti cerita dapat tersampaikan.
Bercerita tentang kisah Holly (Hillary Swank) yang masih berada dalam suasana berkabung karena suaminya Gerry (Gerard Butler) baru saja meninggal karena tumor otak. Di ultahnya yang ke 30, Holly tiba2 mendapatkan kiriman kue ultah yang berasal dari Gerry. Pertama-tama Holly tidak percaya dan menanyakan kepada keluarga dan teman2nya apakah salah satu dari mereka yang merencanakan ini sampai dia menemukan sebuah tape kecil di balik kotak kue yang berisikan suara Gerry yang memberi tahu kepada Holly bahwa Holly akan menerima surat2 dari Gerry dan harus melakukan apa yang ada dalam surat tersebut.
Surat2 Gerry pun datang silih berganti mengisi hari2 Holly yng kosong dan setiap kali menerima dan membaca surat Gerry, Holly merasakan kembali kehadiran almarhum suaminya. Akhirnya Holly dapat menjalani kehidupannya dengan bantuan surat2 dari Gerry, hingga tiba saatnya surat terakhir yang menyuruhnya untuk terus menjalani hidup dan merasakan jatuh cinta lagi.
Pertama kali lihat film ini rasanya terlalu melompat-lompat dari satu adegan ke adegan yang lain, karena imbas dari ‘membandingkan novel dan film’..Tapi kalo aku bilang sih nih film emang benar2 berbeda dari novelnya ..Paling yang diambil hanyalah nama dan surat dari ‘alam baka’..Walaupun di awal aku sudah menuliskan ‘jangan dibandingkan’ tapi mau gak mau orang2 akan menunggu-nunggu dan bertanya-tanya: "si ini dimainin ama sapa yah?"; "penasaran nih adegan ini ada gak yah?" dan berjuta-juta pertanyaan yang akan terlontar dari kita para penonton..Tak luput juga protes2 seperti "kok beda banget sih ama novelnya!"; "kok rumahnya beda kayak di novel!" ; "dia gak cocok tuh jadi peran si anu!"
SO… aku mengambil kesimpulan sendiri kalo menurutku lebih baik nonton film dulu baru baca novel/ bukunya ketimbang baca bukunya dulu baru nonton..Karena menurut pengalamanku dengan film ‘FREEDOM WRITERS’ , aku jadi suka dua2ny, ya film, ya buku…Na ja, orang punya persepsi masing2… RATING : ***
Posted in Film | 1 Comment »
September 17th, 2007 by expecto-patronum
DISTURBIA

Gak perlu certa rumit yang bikin kepala pusing atau pun alur cerita yang mengumbar kesadisan yang berlebihan untuk membuat penonton mengalami sport jantung..
Menurutku film ini layak tonton walaupun tidak sekalibaer film2 thriller2 lainnya seperti SAW, Texas Chainsaw Massacre, Halloween, dll yang bisa membikin jantung kita tidak pada tempatnya dalam beberapa detik…
Dengan cerita yang tidak berbelit-belit maka penonton pun dapat menikmati film ini tanpa mengerutkan dahi, berpikir tentang alur cerita yang terkadang membingungkan…
Menceritakan seorang remaja bernama Kale yang baru saja kehilangan ayahnya yang meninggal dalam kecelakaan mobil tepat didepan matanya..Sejak saat itu Kale menjadi remaja yang pemurung dan bermasalah, hingga pada suatau hari dia meninju gurunya karena Kale merasa tersinggung terhadap sikap gurunya yang menyinggung almarhum ayah Kale..Atas sikapnya ini Kale mendapatkan hukuman ‘House arrest’ yang dimana dia tidak boleh keluar rumah dan sebuah alat detektor dipasang di kakinya sehingga alat itu akan berubah warna merah jika Kale keluar jalur dan dia mempunyai waktu 10 detik untuk kembali ke zona yang aman dan juga alat itu langsung tersambung ke kantor polisi…Kalo Kale mencabut saluran alat tersebut, maka langsung terhubung ke kantor polisi yang akan segera menangkap Kale jika itu terjadi..Malangnya, polisi yang bertugas mengawasinya adalah saudara dari guru yang di tinju Kale..
Mencari hiburan selama menjalani ‘ House arrest ‘ nya, Kale tidak kehabisan akal meskipun ibunya telah menyetop segala sarana yang membuatnya nyaman di rumah..mulai dari games hingga internet…Dia mulai memerhatikan tingkah laku tetangganya melalui teropong..Sehingga Kale hafal jadwal tetangga2nya, mulai dari jadwal jjs anjing sampai affair of his neighbour..
Sampai suatu hari dia kesengsem oleh satu cewek yang akhirnya bergabung dengan hobi baru Kale..Ternyata habi barunya ini membawa mereka menuju ‘their own nightmare’…Secara tidak sengaja, Kale memergoki tetangganya melakukan tindak kriminal, yaitu pembunuhan..
Akankah Kale melaporkan semua apa yang dia lihat ke polisi dan akankah polisi tersebut percaya dengan Kale…???Polisi yang notabene sudah sentimen terhadap Kale..Buat film ini aku kasih rating ****
Posted in Film | No Comments »
September 12th, 2007 by expecto-patronum
Vacancy

Sedikit mengecewakan untuk tipe film favoritku.. Trauma rasanya nonton bareng2, abis tiap kali nonton bareng filmnya mengecewakan…tapi giliran nonton sendiri, filmnya baguuus..
Kebiasaan setiap kali nonton film thriller, suka menebak-nebak ’siapa pelaku kejahatan’ , ‘apa motif sang pelaku’ , ‘trik apa yang digunakan si pelaku’ , dll..
Di film ini yang membikin penonton kecewa adalah…
- Selesainya tidak sesuai dengan harapan, dan terkesan kurang greget.
- Tebakan2 yang kita bikin dimuntahkan mentah2 (halah istilahnya…) di film ini.
contoh : sang penjahat sudah tumbang, dikalahkan oleh heroine kita…disini diskusi dimulai.. "pasti ntar hidup lagi, gak mungkin segampang itu matinya" ..
Pada saat jagoan cewek ini pergi meninggalkan si penjahat yang sudah terkapar untuk mengecek suaminya yang terluka dan kembali lagi untuk menelpon bala bantuan, …padahal kita udah menyangka "pasti ilang nih penjahatnya" eeehhh ternyata si penjahat masih terkapar..
sang jagoan cewek merogoh-rogoh saku si penjahat untuk mencari kabel telpon,..kita juga berpendapat "ntar tiba2 hidup nih" , terlihat memang mata si penjahat melotot lebar, tapi ternyata ‘masih’ mati..
Sampai akhirnya filmnya habis dan kita semua tercengang….HAH..!!gitu doang..??
Tenang para pemirsa, film ini tidak seburuk seperti pendapat saya diatas..Maaf kalo saya menceritakannya terlalu gamblang sehingga tidak ada kejutan lagi, habis kesel banget liat abisnya cuman segitu..aku rasa sih karena pas awalnya tuh terlalu lama nunjukkin nama2nya..Buat film ini aku kasih: ***
Sekarang sinopsisnya, silahkan…
Dimulai dengan adegan suami istri yang sudah tidak harmonis sedang melaju di jalanan sepi, malam hari…(gak penting) dan di tengah perjalanan mereka menabrak seekor binatang yang menyebabkan mesin mereka ngadat..
Akhirnya mereka mencari gas station terdekat..yang sayangnya tutup…dan masalah mereka bertambah ketika mereka menyadari kalo mereka nyasar..
Mereka bertemu seorang pria yang membantu mereka memperbaiki mesin, tak seberapa lama mereka jalan, tiba2 mesin mereka mati..(what has he done..??)
Tak punya pilihan lain mereka mencari tempat terdekat untuk menginap, karena tidak ada lagi bengkel yang buka malam itu…
Ternyata semuanya bermula dari sini…Mereka mendarat di tempat yang salah dengan orang2 ’sakit’..yang suka mengoleksi video2 penyiksaan yang mereka lakukan terhadap tamu2 mereka..Perjuangan hidup dimulai ketika mereka menemukan sebuah video penyiksaan yang bersetting di kamar mereka..
Posted in Film | No Comments »
September 12th, 2007 by expecto-patronum
Prepare your heart for…….
SAW IV

" You think this is over, but the game has just begun.. "
‘SAW IV’ Teaser trailer
Posted in Uncategorized | No Comments »
June 13th, 2007 by expecto-patronum
PERFECT STRANGER
Perfect stranger, atau mungkin lebih tepatnya perfect crime…kenapa aku bilang perfect crime, karena pembunuhan yang terjadi disini benar2 dibikin sedemikian rupa sehingga sang pembunuh tidak dinyatakan bersalah…
Karena biasanya nonton film pake teks, dan yang kali ini tidak memake teks…jadi pemahaman tentang film yang satu ini tidak menyeluruh…Tidak mendalami benar2 isi cerita…Halllaaaah..!!!! apa sih…!?
Rowena bekerja sebagai reporter dan sedang berusaha mengorek sebuah skandal dari seorang politiker..Kerjanya benar2 halus sehingga si mangsa pun terjebak untuk mengakui semua skandal yang berhasil direkam..Pesta merayakan kesuksesan tugasnya pun tidak di lewatkan, tetapi pesta perayaan itu tidak berlangsung lama karena bos rowena mengatakan sesuatu hal yang mengecewakan…
Tanpa basa basi, rowena mengundurkan diri..didalam perjalanan pulang, dia bertemu dengan teman lama, yang menyodorkan sebuah profil seorang yang cukup berkuasa dan meminta rowena untuk menyelidikinya..dia menolak dan tidak lama kemudian temannya ditemukan mati dibunuh..Rowena menduga ada hubungan dengan profil yang ditunjukkan temannya tempo hari, Harrison Hill..
Akhirnya dengan bantuan Miles, dia menyamar menjadi Katherine, karyawan di perusahaan Harrison dan Veronca, ‘ teman ‘ chatting Harrison..Setelah rowena berhasil memiliki akses ke dalam, dia sedikit flirting dengan Harrison untuk bisa memiliki akses lebih luas..Tak disangka-sangka, rowena tidak hanya menemukan fakta mengerikan tentang Harrison Hill, tapi juga tentang sahabatnya, Miley…
Harrison berhasil diseret ke pengadilan karena tuduhan membunuh teman cewek rowena dan keputusan pengadilan mengatakan kalo dia bersalah..Ternyata cerita tidak berhenti sampai disini..Fakta yang lebih besar justru datang dari Rowena sendiri..fakta apakah itu..????
Rating buat film ini : ***
Posted in Film | No Comments »