April 25th, 2007 by expecto-patronum
THE FREEDOM WRITERS

The great movies and great stories…tipikal film2 yang bermain dengan emosi jiwa, film ini diambil dari kisah nyata dari sebuah buku yang berjudul ‘ THE FREEDOM WRITERS DIARY:How a Teacher and 150 Teens Used Writing to Change Themselves and the World Around Them ‘
Bercerita tentang seorang guru yang baru saja diterima di sebuah sekolah untuk mengajar bahasa Inggris. Ternyata kelas yang harus dia hadapi adalah sebuah kelas yang ‘istimewa’, dimana berisikan murid2 dari berbagai suku dan ras. Ada bangsa Amerika Latin, ada yang dari Vietnam, dan yang paling banyak adalah orang kulit hitam ditambah satu murid kulit putih yang berharap ditempatkan di kelas yang lain.
Selama beberapa hari sang guru masih kewalahan menangani tabiat dari murid2nya, bahkan hari pertama mengajar, dua orang sudah terlibat perkelahian. Seiring jalannya hari dan minggu, satu persatu murid2 di kelas tersebut mulai malas datang ke kelas. Tapi semangat sang guru tidak surut, walaupun suaminya harus bertahan mendengar keluh kesahnya tentang perilaku murid2nya. Sampai akhirnya sedikit demi sedikit dia bisa mulai dekat dengan anak muridnya dengan langkah pertama memberi mereka buku catatan sebagai diary. Mereka disuruh menulis apa saja yang penting setiap hari mereka harus ‘melapor’ ke buku tersebut dan dia tidak akan membacanya kecuali mereka mengijinkannya. Siapa pun yang menginginkan buku hariannya dibaca bisa meletakkkannya di dalam lemari yang ada di kelas mereka. Dan sebuah hal yang mengejutkan terjadi. Tidak seberapa lama sang guru memberi mereka ‘diary’, dia menemukan kalo mereka semua meletakkan diary mereka di dalam lemari.
Perlahan tapi pasti sang guru pun dapat menyelami hati mereka dan mempersatukan mereka. Tidak mendapatkan dukungan dari guru lain pun tidak menyusutkan semangat sang guru untuk bisa meningkatkan minat baca para murid. Dia mencari dua kerja sampingan hanya untuk bisa mendapatkan uang tambahan untuk membelikan buka bagi anak muridnya.
Tapi sayang sungguh sayang, disaat titik terang sudah mulai terlihat dan semangat semakin membara. justru pada saat itu sang guru harus menghadapi kenyataan yang pahit untuk menerima ajuan cerai dari suaminya, karena merasa tersingkirkan.
Kalo menurutku bener2 gak rugi nonton film ini. Film2 model begini tidak sedikit menyimpan pesan2 moral bagi penonton (halaaaah….), bahkan film ini bisa membuatku melakukan ’sesuatu’. Untuk film ini aku kasih rating: ****
















